perubahan itu laksana metamorfosa kupu-kupu

Senin, 08 April 2013

Awas... Politisi Galau!

Buat kawan-kawan yang di kota Pontianak yang sering melewati jembatan kapuas 1 pasti pernah lihat spanduk salah seorang politisi kalbar. Bunyi spanduknya kayak gini nih. "Umat Islam Sedang Galau, Jangan Berpaling Dari Ka'bah"

Sudah tahu kan spanduk siapa dan dari partai apa itu? hehehe.... isu ataupun pesan spanduknya nampak "kurang bermutu" alias asal sebut. Kenapa? wow, darimana tuh tahu kalau umat Islam sedang galau? Umat Islam yang mana? atau jangan-jangan si politisinya yang lagi galau. Maklum kawan, 2014 ini sudah dekat.

Bukankah yang lagi galau itu kebanyakan mereka yang jauh dari nilai-nilai Islam? lantas kenapa si politisi dari parpol Islam tersebut melontarkan isu itu? lagi-lagi 2014 sudah dekat, kawan....

Spanduk hilang muncul benderanya, bukan logo partainya yang besar tapi wajah si politisi itu yang besar dibandingkan logo partainya. Artinya pertarungan mereka bukan untuk membesarkan partai tapi membesarkan dirinya. lagi-lagi 2014 sudah dekat kawan....

Menjelang pemilu legislatif, banyak politisi yang pada galau. Galau kalau tidak mendapatkan kursi pencalonan. Banyak politisi galau menjadi "tungau loncat" pindah partai, dan yang menjadi sasaran empuk pastinya partai-partai yang baru seperti Nasdem. Partai yang isinya menyuarakan suara perubahan tapi di daerah isinya muka lama yang kita tahulah track recordnya. Ibaratnya pemain bola cuma ganti kostum aja. Gimana ngga, sekretaris DPC nya aja ngga kebagian kursi calon tuh sehingga pindah partai ke PBB...tweweweewww

Belum lagi politisi galau yang partainya ngga lolos pemilu 2014.... makin galau kesana kemari mencari sandaran pelabuhan baru agar bisa eksis jadi caleg.... untuk mewujudkan itu semua, bisa jadi cara kasar pun dimainkan berupa gepokan uang hasil tabungan saat jadi aleg, jual tanah, dan lain-lain...

So, bukan berarti ditengah galaunya mereka tidak ada sosok-sosk politisi yang tetap teguh ditengah kegalauan mereka. Politisi yang menerima lapang dada tidak mendapatkan kursi pencalonan namun tetap loyal pada partainya. Politisi yang menjadikan partai sebagai sarana perbaikan negara bukan perbaikan "negara perutnya".

Selamat memilih.... dan hati-hati AWAS POLITISI GALAU..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent News