Kage Bunshin No Jutsu

perubahan itu laksana metamorfosa kupu-kupu

Senin, 29 April 2013

Parkir apa Parkir.... ;)

Pagi tadi saat melintasi jalan Ahmad Yani sempat melihat Baliho besar di depan GOR dengan banyak umbul-umbul. Oh, ternyata ada kompetisi bola basket pelajar. Nah apa yang menarik dari kisah ini? Lihatlah jejeran motor yang terparkir rapi di depannya dan lihatlah wajah sumringah segerombolan lelaki yang memegang karcis atau tiket parkir atau apalah namanya. Kemudian zoom lebih dekat tiket parkir itu... apa yang anda lihat? RP 2.000

Apa ada yang salah? Menurut kacamata kuda yag saya pakai, itu salah. Salahnya dari mana? salah dari nominalnya lah... hehehehe..... bukankah perda yang dikeluarkan oleh Pak Walikota itu setiap parkir kendaraan untuk sepeda motor Rp 500 dan mobil Rp 1000 ? Bukankah ini sudah melanggar aturan pemerintah itu sendiri?

Kesalnya itu loh, sudah parkirnya 2000, karcisnya juga ngga ditulis, keamanan motor belum tentu juga, kalo hilang kan ngga dapet gantinya. Belum lagi pakir mobil, bisa kena 5.000 lo.... wow... 

Bisa dibayangin berapa pendapatannya dan berapa yang disetor ke negara? #eh nga tau sih disetor apa ngga ke negara. Kalo setoran ke "BOS PJ GOR" pasti ada lah... xixixi...





Selasa, 09 April 2013

Pemadam Kepanduan Siaga "Pantang Pulang Sebelum Padam"

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang selalu menjadi trendsetter di kalangan partai politik yang ada di Indonesia. Dulu setiap ada bencana, PKS terdepan. Sekarang semua parpol berlomba-lomba mengikuti jejak yang sudah dibuat PKS. Begitu juga dengan layanan ambulance, PKS terdepan, dan lagi-lagi langkahnya diikuti parpol lain juga.

Kini, terobosan anyar PKS adalah membentuk Regu Pemadam Kebakaran, sampai saat ini adalah satu-satunya regu pemadam berbasis parpol di Indonesia. Regu pemadam ini dibentuk oleh PKS Kota Pontianak yang dikomandani oleh Ami Muharsa, SE.

Regu yang beranggotakan 25 orang ini terdiri dari berbagai macam profesi, mulai dari satpam, mahasiswa, pedagang, pegawai swasta, wiraswasta, hingga juragan kambing. ^_^

Bagaimana aksinya??? tunggu aja ya kelanjutannya ^_^

Senin, 08 April 2013

Awas... Politisi Galau!

Buat kawan-kawan yang di kota Pontianak yang sering melewati jembatan kapuas 1 pasti pernah lihat spanduk salah seorang politisi kalbar. Bunyi spanduknya kayak gini nih. "Umat Islam Sedang Galau, Jangan Berpaling Dari Ka'bah"

Sudah tahu kan spanduk siapa dan dari partai apa itu? hehehe.... isu ataupun pesan spanduknya nampak "kurang bermutu" alias asal sebut. Kenapa? wow, darimana tuh tahu kalau umat Islam sedang galau? Umat Islam yang mana? atau jangan-jangan si politisinya yang lagi galau. Maklum kawan, 2014 ini sudah dekat.

Bukankah yang lagi galau itu kebanyakan mereka yang jauh dari nilai-nilai Islam? lantas kenapa si politisi dari parpol Islam tersebut melontarkan isu itu? lagi-lagi 2014 sudah dekat, kawan....

Spanduk hilang muncul benderanya, bukan logo partainya yang besar tapi wajah si politisi itu yang besar dibandingkan logo partainya. Artinya pertarungan mereka bukan untuk membesarkan partai tapi membesarkan dirinya. lagi-lagi 2014 sudah dekat kawan....

Menjelang pemilu legislatif, banyak politisi yang pada galau. Galau kalau tidak mendapatkan kursi pencalonan. Banyak politisi galau menjadi "tungau loncat" pindah partai, dan yang menjadi sasaran empuk pastinya partai-partai yang baru seperti Nasdem. Partai yang isinya menyuarakan suara perubahan tapi di daerah isinya muka lama yang kita tahulah track recordnya. Ibaratnya pemain bola cuma ganti kostum aja. Gimana ngga, sekretaris DPC nya aja ngga kebagian kursi calon tuh sehingga pindah partai ke PBB...tweweweewww

Belum lagi politisi galau yang partainya ngga lolos pemilu 2014.... makin galau kesana kemari mencari sandaran pelabuhan baru agar bisa eksis jadi caleg.... untuk mewujudkan itu semua, bisa jadi cara kasar pun dimainkan berupa gepokan uang hasil tabungan saat jadi aleg, jual tanah, dan lain-lain...

So, bukan berarti ditengah galaunya mereka tidak ada sosok-sosk politisi yang tetap teguh ditengah kegalauan mereka. Politisi yang menerima lapang dada tidak mendapatkan kursi pencalonan namun tetap loyal pada partainya. Politisi yang menjadikan partai sebagai sarana perbaikan negara bukan perbaikan "negara perutnya".

Selamat memilih.... dan hati-hati AWAS POLITISI GALAU..!

Recent News